Dalam lima tahun, Milan kehilangan Rp. 7,02 triliun, bagaimana bisa?

Published by admin on

Dalam Lima Tahun, Milan Merugi Rp 7,02 Triliun, Kok Bisa?

Dalam lima tahun, Milan kehilangan Rp. 7,02 triliun, bagaimana bisa?

Vivagoal – Serie A – Kondisi keuangan AC Milan berada di titik nadir. Tim dari City of Mode dilaporkan telah menderita kerugian lebih dari 400 juta euro, setara dengan Rp. 6,8 triliun dalam lima tahun terakhir. Apa yang salah?

Menurut laporan Media Italia, Corriere dello Sport, Milan memang mengalami defisit luar biasa. Sejak 2014, neraca Rossoneri telah mengalami defisit hingga 91 juta Euro (1,5 triliun Rupiah), sementara musim ini saja, laporan itu mengatakan Setan Merah kehilangan hingga 100 juta Euro (1,7 triliun Rupiah). Dalam lima tahun terakhir, Corriere mengatakan Milan menderita kerugian total hingga 413 juta euro, setara dengan Rp. 7,02 triliun!

Kerugian yang dialami oleh klub yang dekat dengan Silvio Berlusconi bukan tanpa sebab. Milan memang mengalami masalah keuangan serius. Klub tidak dapat memperoleh penghasilan lebih dari pengeluaran yang mereka keluarkan.

Bahkan terkait masalah ini, mereka sering bolak-balik berurusan dengan Financial Fair Play. Bukan tidak mungkin jika masalah ini belum terselesaikan hingga 30 Juni mendatang, kesempatan mereka bersaing di Liga Eropa terancam lenyap karena UEFA dapat mencabut hak Milan untuk tampil karena gagal memenuhi kewajiban mereka.

Oleh karena itu, mereka akan dihadapkan dengan opsi menjual pemain untuk menstabilkan neraca mereka. Beberapa pemain yang tidak tersentuh atau memiliki peran penting seperti Piatek, Suso dan Lucas Paqueta tidak mungkin masuk daftar penjualan.

Milan sudah berada di jalur yang benar musim ini. Direktur teknis mereka, Leonardo, telah mengencangkan ikat pinggangnya untuk mengurangi biaya klub dengan meminjam beberapa pemain terkenal seperti Gonzalo Higuain dan Tiemoue Bakayoko.

Tetapi kinerja tim yang cenderung tidak stabil membuat manajemen harus mengosongkan uang dengan mendatangkan pemain seperti Krzysztof Piatek dan Lucas Paqueta. Keduanya ditebus dengan mas kawin tidak lebih dari 70 juta euro.

Performa Milan memang meningkat. Tetapi pada akhir musim mereka mengalami ketidakkonsistenan sehingga Rossoneri harus melupakan Liga Champions dan menempati tahap kelima. Sayatan buruk ini juga memakan korban. Gennaro Gattuso yang sebenarnya adalah pelatih mereka harus pergi karena hasil yang kecil ini.

Tidak bermain di Liga Champions telah mengurangi pundi-pundi pendapatan mereka. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan klub adalah dengan menjual pemain bintang mereka. Jika ini terwujud, Milan akan mengubah status dari tim penantang gelar menjadi tim penghuni papan tengah.

Dengan demikian, kemungkinan besar tidak akan ada nama besar yang dapat diimpor oleh Milan di pasar transfer musim panas. Bahkan, sejumlah pemain penting seperti Suso atau bahkan Piatek bisa dilepaskan untuk menyeimbangkan neraca mereka.

Selalu perbarui berita sepak bola terbaru tentang Serie A hanya di Vivagoal.com

Categories: Berita Bola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *